tanpa dipungkiri lahya tntu aj smua orang pun panik pastinya,, :D
jadi critanya hri ini trjadi kkacauan di sluruh dunya..naaah tiba tiba, tnpa pmberitahuan sebelumnya, internet yg slama ini mrka butuhkan ud gak brfungsi lagi. Memang, mereka masih bisa menyalakan komputer dan perangkat elektronik lainnya, tetapi koneksi ke dunia maya terputus sama sekali. Bisa dibayangkan bagaimana kekacauan yang ada, tidak lagi ada e-mail, google, facebook, twitter, blog, seluruh situs web di dunia menghilang seketika.
Di televisi, para pejabat pemerintahan, tokoh politik, kaum ulama, dari berbagai negara melakukan analisisnya masing-masing. “Harap tenang semuanya, ini cuma sementara,” begitu kata mereka. Pihak inteligen mengemukakan pendapatnya mengenai adanya kemungkinan sabotase luar biasa yang menjadi dalang terjadinya peristiwa ini. Reuters menyebutkan bahwa Amerika Serikat menaruh curiga pada dua negara, Iran dan Korea Utara, belum ada alasan yang jelas yang melatarbelakangi tuduhan ini. Sementara, beberapa ulama mengatakan bahwa ALLOH telah murka. ALLOH gak terima manusia menciptakan dunia di atas dunia, meskipun hanya sebuah dunia maya.
kmudian smua manusia Frustasi ):
Mereka sama sekali tidak siap dengan semua yang terjadi. Bisa dibayangkan orang-orang yang menjadi kesepian mengingat semua temannya di jejaring sosial menghilang, sementara kemampuan sosialisasinya telah terkikis, tergerus seiring perkembangan dunia maya. Mereka tidak menyadari bahwa dunia yang mereka bangun begitu rapuh sekaligus merapuhkan diri mereka sendiri.
krn orang-orang sudah terlanjur menitipkan sendi-sendi kehidupannya pada dunia maya. Mereka terbiasa melakukan segalanya di sana. Bekerja, bermain, mendapatkan hiburan, menggosip, mencuri, bernyanyi, menari, menulis, jatuh cinta, segalanya di sana. Satu hal yang terdapat di pikiran mereka saat ini: kalau dunia maya sudah runtuh, lalu kita mau ke mana?
Semua sudah terbalik keadaannya sekarang. Mereka berada dalam keterbalikan atau lebih tepatnya, pikiran mereka yang membuat segalanya jadi terbalik: yang nyata menjadi maya, yang maya menjadi nyata. Semua orang bingung dalam menentukan perbedaannya. Lagipula, adakah memang bedanya?
Dalam kecarut-marutan ini, banyak yang frustasi. Angka kriminalitas meningkat, peristiwa bunuh diri melonjak, huru-hara terjadi di mana-mana. Tanpa sadar, mereka semua justru mematikan dunia nyata mereka sendiri, dunia nyata yang seharusnya mereka syukuri dan hidupi.
Dan kini, waktu seperti berjalan mundur. Bukan hanya keadaan yang mundur, tetapi pola pikir semua orang juga ikut berlari mundur, kembali kepada keprimitifan insting manusia. Dunia yang mereka bangun sendiri, telah menghancurkan peradaban yang telah dibangun selama ini.
*aLiah Farhana Sofjan'015
jadi critanya hri ini trjadi kkacauan di sluruh dunya..naaah tiba tiba, tnpa pmberitahuan sebelumnya, internet yg slama ini mrka butuhkan ud gak brfungsi lagi. Memang, mereka masih bisa menyalakan komputer dan perangkat elektronik lainnya, tetapi koneksi ke dunia maya terputus sama sekali. Bisa dibayangkan bagaimana kekacauan yang ada, tidak lagi ada e-mail, google, facebook, twitter, blog, seluruh situs web di dunia menghilang seketika.
Di televisi, para pejabat pemerintahan, tokoh politik, kaum ulama, dari berbagai negara melakukan analisisnya masing-masing. “Harap tenang semuanya, ini cuma sementara,” begitu kata mereka. Pihak inteligen mengemukakan pendapatnya mengenai adanya kemungkinan sabotase luar biasa yang menjadi dalang terjadinya peristiwa ini. Reuters menyebutkan bahwa Amerika Serikat menaruh curiga pada dua negara, Iran dan Korea Utara, belum ada alasan yang jelas yang melatarbelakangi tuduhan ini. Sementara, beberapa ulama mengatakan bahwa ALLOH telah murka. ALLOH gak terima manusia menciptakan dunia di atas dunia, meskipun hanya sebuah dunia maya.
kmudian smua manusia Frustasi ):
Mereka sama sekali tidak siap dengan semua yang terjadi. Bisa dibayangkan orang-orang yang menjadi kesepian mengingat semua temannya di jejaring sosial menghilang, sementara kemampuan sosialisasinya telah terkikis, tergerus seiring perkembangan dunia maya. Mereka tidak menyadari bahwa dunia yang mereka bangun begitu rapuh sekaligus merapuhkan diri mereka sendiri.
krn orang-orang sudah terlanjur menitipkan sendi-sendi kehidupannya pada dunia maya. Mereka terbiasa melakukan segalanya di sana. Bekerja, bermain, mendapatkan hiburan, menggosip, mencuri, bernyanyi, menari, menulis, jatuh cinta, segalanya di sana. Satu hal yang terdapat di pikiran mereka saat ini: kalau dunia maya sudah runtuh, lalu kita mau ke mana?
Semua sudah terbalik keadaannya sekarang. Mereka berada dalam keterbalikan atau lebih tepatnya, pikiran mereka yang membuat segalanya jadi terbalik: yang nyata menjadi maya, yang maya menjadi nyata. Semua orang bingung dalam menentukan perbedaannya. Lagipula, adakah memang bedanya?
Dalam kecarut-marutan ini, banyak yang frustasi. Angka kriminalitas meningkat, peristiwa bunuh diri melonjak, huru-hara terjadi di mana-mana. Tanpa sadar, mereka semua justru mematikan dunia nyata mereka sendiri, dunia nyata yang seharusnya mereka syukuri dan hidupi.
Dan kini, waktu seperti berjalan mundur. Bukan hanya keadaan yang mundur, tetapi pola pikir semua orang juga ikut berlari mundur, kembali kepada keprimitifan insting manusia. Dunia yang mereka bangun sendiri, telah menghancurkan peradaban yang telah dibangun selama ini.
*aLiah Farhana Sofjan'015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar