Salah satu prinsip yang mulai hilang, katanya, adlah kesadaran bahwa reformasi masyarakat tidak berdiri sendiri.
Dia harus dimulai dari reformasi terhadap diri sendiri, keluarga baru masyarakat dan lebih luasnya lagi adalah bangsa.
Kalau untuk anak muda kayak saya, titik ujinya reformasi diri dan keluarga. Walaupun sebetulnya semua berjalan bersamaan dengan reformasi masyarakat dan bangsa.
Diri sendiri dan keluarga. Hot issue? Yess. Terutama the second one.
Tidak akan ada masyarakat kalau tidak ada keluarga. Siapa yg bermimpi membangun peradaban, artinya dia harus mampu mulai membangun keluarga.
Dalam prosesnya, kawula muda rentan terjebak. “Siapa?” dan “kapan?” Kerap jadi sumber kegelisahan.
Dan fatalnya, seringkali ada yang terlupa. Bahwa terdapat tujuan - tujuan berkeluarga yang tidak populer.
Bahwa tujuan berkeluarga adalah mendidik generasi yang memiliki karakter Islam.
Bahwa tujuan berkeluarga adalah menjaga adab Islam dalam keluarga.
Bahwa tujuan berkeluarga adalah menyambungkan hati anak dengan mesjid.
Bahwa tujuan berkekuarga adalah mendorong anak yang telah dibekali dengan akhlak Islam utk aktif dalam kegiatan masyarakat.
Bahwa tujuan berkeluarga adalah mengarahkan anak untuk selalu berdakwah kpd Allah SWT
Bahwa tujuan berkeluarga adalah membina hubungan baik antar keluarga Muslim.
Menulis ulang ini berarti membuat pengingat untuk diri sendiri. yaps karna diri ini masih harus diperbaiki dan dinasihati !

