Minggu, 20 September 2015

pasti bisa koq !

bismillah,, Insha Alloh berjuang (: ^_^

do you know?

Well this is mixed post gaesss,,,, Bilingual post haha but this post is uncategorized one :D

 Let’s say it’s ‘my thought’ post with a little bit funny sprinkles haha sotoy banged ggue,,

lets start it, ey do You know, when your relationship categorized as the most so-sweet 

relationship you’ve ever had in your life.

It isn’t coz of

1. “wew both of em are really beautiful, what a perfect couple”

2. “both of em have a good job. so match”

3. “AS I KNOW, the boy looks so kind, I dont really know but I think  the girl too”

do you know why I should strikethrough it right ? coz I think judgement will blind you from the fact. Don’t judge if you know nothing.Though that’s a good judgement. But, it’s okay to judge the nice thing buat do'a deh , but please, not in front of one of them lol !

Karena, siapa tahu dibalik judgement yang berekspektasi tinggi didepan orang yang kalian judge, ada seseorang yang menahan kesakitan diantara barisan gigi yang cengengesan. Ada orang yang ketawa sampe nangis, padahal dalam hati nangis sampe gatau cara ngilanginnya kecuali ketawa.

Mungkin ente yang ngejudge cuma kebagian kagetnya doang ketika pasangan itu 

mengalami gangguan dalam hubungannya seperti gabisa dilanjut lagi *tapi ya

 naudzubillah min dzalik ya Allah* , tapi yang ngejalaninnya itu loh, abis dikasih komen 

high expectancy dari kalian moro moro down se down downnya piye?

Masalahnya menurut saya cuma di pemilihan katanya sih, tapi sebenernya inti dari 

semuanya It depends on who …
who is the one that hear those judgements
who are the one that receive those judgements

Emang lebih baik kurang kurangin deh kebanyakan nge judge :D
____________________________________________________________________________________________________________________________
Kayak waktu saya melesetin dont judge me challenge :
ga make up*
nutup kamera*
buka kamera*
“Baaaa .. Apaan dont judge me challenge he? Gak ada yang berubaaah, wajah tetep bunder, pipi tetep chubby, jidat tetep jenong, idung masih peseek .. duuuh aduh ironii”




ALIAH FARHANA SOFJHAN*

Sabtu, 19 September 2015

bismillah ! sejujurnya aku ingin menjadi,,

seperti Siti Hawa.
tidak pernah menyerah keliling dunia untuk dipertemukan dengan Adam-nya.

seperti Siti Hajar, gk pernah lelah berjalan antara Shofa dan Marwah buat menemukan banyu demi Ismail-nya.
seperti Siti Khodijah, cerdas dan kaya. supaya bersama suaminya bisa berbagi buat sesama.

seperti Aisyah, menunggu sampai tertidur di depan pintu saat kesayangannya belum pulang.

seperti Fathimah.
begitu menjaga diri sehingga Allah memberikannya seseorang yang begitu menjaga hatinya.

seperti UMMIku tercinta.
yang meneladani Siti Hawa, Siti Hajar, Siti Khodijah, Aisyah, dan Fathimah yang menjadi teladan untuk kami, putra putrinya.


dan yg terakhir, aku ingin menjadi yang terbaik.bukan hanya yang terbaik dari diriku sendiri.
tp juga yang terbaik dari yang mungkin kau dapatkan.
yang bisa kau bayangkan.

aku ingin menjadi hadiah untukmu.

seindah pelangi... yaaah pelangi kebahagiaanmu  Insya Alloh (:


ALIAH FARHANA SOFYAN*
seoul,20150919 

pengorbanan !

tentunya semua emang butuh pengorbanan..


tapi pastinya gak ada yang mau dikorbankan.

jadi, berkorbanlah bersama-sama, karena yaaah mungkin spt itu lebih nice,,

berkorbanlah tanpa berhitung apa, siapa, atau berapa yang kau korbankan..

berkorbanlah bukan sampai tidak ada lagi yang bisa dikorbankan..

berkorbanlah sampai tidak ada lagi yang merasa sedang mengorbankan, sampai semua merasa sedang memperjuangkan–dan diperjuangkan (:

men ! perjuangan itu butuh pengorbanan..

berjuang saja belum tentu menjadikan kita pemenang..

dan ingatlah bhw berkorban sudah pasti tidak menjadikan kamu pecundang !

hanya pahlawan yang mau berkorban, kemudian tentu saja setiap hati ingin diperjuangkan (:


aliah farhana sofyan
2015,09,15