Selasa, 23 Juni 2015

sure, my life about do'a !

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)

baiklah ini tntang kehidupan yg harus slalu brkaitan dengan Do'a, hidup bs mnjadi kuat krnanya,,. kmudian jalan yg terasa terjal bs mudah krnanya,, lalu kapan km trakhir mngucapnya farhana? sdetik yg lalu? sejam yg lalu? shari yg lalu? sminggu yg lalu? atau stahun yg lalu?

aliah farhana sofyan, km mikir kalau km itu trkadang lupa, hidup ini tntang do'a far... cita-cita, mimpi, n sgalanya muaranya itu adlh sbuah do'a,, bhwa dlm doa itu ssungguhnya km mmbutuhkan-Nya, siapa? ialah ; Allah Azza wa Jalla,,,,, ssombong apakah diri km smpe lupa brdo'a? ap km gak ingt bahwa diri ini berada pd posisi skrg ini, krn sbuah do'a,, do'a dari seorang UMMI, do'a dari seorang AYAH atau bahkan do'a dri seorang yg dlm diamnya gk pernah lupa mndo'akan kbaikan bagi hidup km farhana,,,


gak boleh klo kamu smpe memungkiri bahwa "kehidupan adlh tentang do'a"

farhana, hari ini tepat hari Ramadhan yg ketujuh, persis dgn urutan dlm kluarga bhwa km anak yg ketujuh, brdo'alah dgn gencar gencarnya, krn bulan Ramadhan ini smua do'a apapun bs terijabah,,,, heh farhana, km keknya gak sadar ya di waktu sahurmu itu,, Malaikat2Nya turun di spertiga malam km saur itu, mncatat stiap do'amu atas perintahNya.


“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.’ (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758).

 Ibnu Hajar juga menjelaskan hadits di atas dengan berkata, “Do’a dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan.” (Fath Al-Bari, 3: 32). Atau engkau mungkin alpa bahwa Allah Ta’ala menjaminkan terkabulnya doamu ketika engkau berpuasa hingga berbuka nanti.


“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi’.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya)


aliah farhana sofjan, alhmdlillah km bs smpe pd Ramadhan ini jg kan krn do'a. Mungkin juga krn Alloh Ta’ala masih sayang sm km mmberikan km  waktu mmperbaiki diri krn Ramadhan adalah sebaik-baiknya bulan. 

Barangkali di Ramadhan ini, Alloh mmperkenankan do'aku untuk bisa hidup bersama kamu (: 

Aamiin..

Senin, 22 Juni 2015

ketika Dunia (maya) ber'akhir !

tanpa dipungkiri lahya tntu aj smua orang pun panik pastinya,, :D

jadi critanya hri ini trjadi kkacauan di sluruh dunya..naaah tiba tiba, tnpa pmberitahuan sebelumnya, internet yg slama ini mrka butuhkan ud gak brfungsi lagi. Memang, mereka masih bisa menyalakan komputer dan perangkat elektronik lainnya, tetapi koneksi ke dunia maya terputus sama sekali. Bisa dibayangkan bagaimana kekacauan yang ada, tidak lagi ada e-mail, google, facebook, twitter, blog, seluruh situs web di dunia menghilang seketika.

Di televisi, para pejabat pemerintahan, tokoh politik, kaum ulama, dari berbagai negara melakukan analisisnya masing-masing. “Harap tenang semuanya, ini cuma sementara,” begitu kata mereka. Pihak inteligen mengemukakan pendapatnya mengenai adanya kemungkinan sabotase luar biasa yang menjadi dalang terjadinya peristiwa ini. Reuters menyebutkan bahwa Amerika Serikat menaruh curiga pada dua negara, Iran dan Korea Utara, belum ada alasan yang jelas yang melatarbelakangi tuduhan ini. Sementara, beberapa ulama mengatakan bahwa ALLOH telah murka. ALLOH gak terima manusia menciptakan dunia di atas dunia, meskipun hanya sebuah dunia maya.

kmudian smua manusia Frustasi ):

Mereka sama sekali tidak siap dengan semua yang terjadi. Bisa dibayangkan orang-orang yang menjadi kesepian mengingat semua temannya di jejaring sosial menghilang, sementara kemampuan sosialisasinya telah terkikis, tergerus seiring perkembangan dunia maya. Mereka tidak menyadari bahwa dunia yang mereka bangun begitu rapuh sekaligus merapuhkan diri mereka sendiri.
krn orang-orang sudah terlanjur menitipkan sendi-sendi kehidupannya pada dunia maya. Mereka terbiasa melakukan segalanya di sana. Bekerja, bermain, mendapatkan hiburan, menggosip, mencuri, bernyanyi, menari, menulis, jatuh cinta, segalanya di sana. Satu hal yang terdapat di pikiran mereka saat ini: kalau dunia maya sudah runtuh, lalu kita mau ke mana?

Semua sudah terbalik keadaannya sekarang. Mereka berada dalam keterbalikan atau lebih tepatnya, pikiran mereka yang membuat segalanya jadi terbalik: yang nyata menjadi maya, yang maya menjadi nyata. Semua orang bingung dalam menentukan perbedaannya. Lagipula, adakah memang bedanya?
Dalam kecarut-marutan ini, banyak yang frustasi. Angka kriminalitas meningkat, peristiwa bunuh diri melonjak, huru-hara terjadi di mana-mana. Tanpa sadar, mereka semua justru mematikan dunia nyata mereka sendiri, dunia nyata yang seharusnya mereka syukuri dan hidupi.

Dan kini, waktu seperti berjalan mundur. Bukan hanya keadaan yang mundur, tetapi pola pikir semua orang juga ikut berlari mundur, kembali kepada keprimitifan insting manusia. Dunia yang mereka bangun sendiri, telah menghancurkan peradaban yang telah dibangun selama ini.



*aLiah Farhana Sofjan'015

Minggu, 07 Juni 2015

Teruntukmu, Ayah dan Umiku terkasih

Rasa-rasanya sulit sekali menggambarkan sosokmu lewat tulisan. Terlalu menumpuk apa yang aku ingin ungkapkan dari sosok mulia dan istimewa yang terdiri dari 3 huruf. Umi. Ibu. Yang ku ingat darimu adalah omelan. Omelan yang menuntunku kepada kebaikkan. Jadi anak perempuan harus rajin, pandai memasak, pandai menjaga diri, jangan mudah termakan rayuan lelaki. Nanti cari suami jangan lihat dari tampannya, jangan lihat dari hartanya. Lihat dari ketaatannya kepada Allah, insyaallah itu yang bisa menuntunmu ke syurga.

Saat ini Umi sering berkata, yang umi takutkan ketika nanti Allah memanggil umi bukanlah bagaimana diri Umi nanti ketika di hadapan Allah. Yang Umi khawatirkan bagaimana kalian kalau tak ada Umi. Siapa yang akan mengingatkan kalian. Sholat jangan lalai, tepat waktu sebaiknya di jaga. Ada Umi saja masih suka telat sholatnya, gimana kalo umi ga ada. Mangkannya umi mau kalian khususnya yg perempuan bersanding dengan pria sholeh. Biar umi sama ayah tak khawatir lagi. Sudah ada yang bertanggung jawab atas kalian.

Ayah juga sering berpesan, baca Al-quran. Jangan lupakan membaca Al- quran minimal satu 'ain setiap hbs sholat. Nanti bagaimana kalau Ayah di dalam kubur. Malaikat melaporkan anak-anak Ayah tak ada yang membaca Al-quran. Ayah dan Umi pasti sedih. Tak ada yang mendoakan kami.

Air mataku meleleh setiap mengingatnya. Aku sedih membayangkan jika tiba waktunya kalian benar-benar pergi. Sedang aku belum sepenuhnya memberi kebahagian.
Umi juga selalu bilang. Umi tak terlalu butuh kalian bahagiakan di dunia, cukup bahagiakan umi dan Ayah di akhirat, dengan cara sesering mendoakan kami, itu adalah kebahagian yang benar bahagia untuk kami. Ingat, hanya doa anak sholehah yang di dengar Allah, yang bisa membantu kami.

Aku ingat waktu kecil di rumah selalu ada sapu lidi, untuk memukul kami kalau nakal dan tak bisa di ingatkan hingga tiga kali. Dahulu tanganku akan kena "EMPOS" kalau Umi tahu aku memetik buah di pohon tetangga tanpa minta izin yang punya. Meskipun itu tetangga dekat yang mungkin dia akan mengizinkan buah di petik. Tapi tetap itu namanya mencuri, menurut Umi. Betis kena sabet SAPULIDI bhkn gesper kalau kami lalai dalam sholat.

Pedas cabe rawit akan hinggap di lidah jika kami mengeluarkan kata-kata yang tak sopan dan kotor, apalagi membawa nama-nama binatang, apalagi jk ada kata kata yg membantah jika mndapat nasihat darinya. Bahkan pernah juga aku dan kedua adikku sekongkol untuk menyembunyikan sapulidinya kalau umi lg bobo.
Tetapi kini tak perlu rotan atau cabai untuk menghukum kami anak-anaknya. Alhamdulillah
tanpa sadar kami terbiasa, dan mulai mengerti kewajiban kepada sang Kholik. Kami mengerti umi. Semua yang kau lakukan demi kebaikan putra putrimu.

yah memiliki SEMBILAN orang anak,tanpa bantuan baby sitter, tukang masak atau yg lainnya, Umi bisa mlewati masa masa yg menurutku itu masa yg sangat berat buat dilewati bagi keduaorang tua kami, tp tak pernah sdikitpun ada keluhan yg diutarakan dihadapan kami putra putri Umi,, oh iya aku pun ingat, ketika mencuci pakaian, Umi masih mmiliki anak yg digendong dan ada pula yg masih balita, aku ditaruhnya didalam bak mandi brsama saudaraku yg lain sementara umi pun mencuci, kami diberikan busa busa sabun sambil meniup niupkan kami pun merasakan kebahagiaan yg sungguh tak ada tandingannya, buatku itu adalah hal yg sangat luarbiasa,,,,

kini putra putri  Ayah dan Umi hampir sudah menikah semua, hanya tinggal aku dan kedua adikku yg belum mmberikan kelengkapan kebahagiaan utk Ayah dan Umi, Insha Allah kami percaya ada do'a yg setiap hari dipanjatkan diatas sajadah yg terpapar lebar, krn do'a Ayah dan Umi lah yg mampu mnjadikan semua putra dan putrinya hingga mndapatkan kbahagiaan di dunya dan di akhirat , aamiin



Terimakasih umi.
Untuk setiap retakan-retakan di bawah telapak kakimu yang disana terdapat syurga, aku menyayangimu.
pada setiap harum segala wewangian di telapak tanganmu setelah memasak untuk kami, aku mencintaimu.
Untuk setiap peluh yang mengalir dan menetes di kulitmu setelah melayani kami dan Ayah tercinta kami, aku mengasihimu.


Terimakasih Umiku, terimakasih Ayahku, mataanallah bithuuli hayatihima   (':


game = perjalanan rasa (:

“Dan tiadalah kehidupan di dunia ini, kecuali permainan dan kesenangan belaka.” (QS. 6 : 32)
iya bagiku benar memang, hidup itu adlh permainan, hanya sanya aku slalu salah sangka, ku pikir dlm hidup emg bisa main2 dlm menjalaninya. padahal, gk ada satu pun permainan yg bisa dimenangkan dengan main2. hbis mmainin God of War III, Bettlefield III, dan Assassin’s Creed III yg baru kumengerti bahwa game2 itu gk hanya memiliki teknologi visual yg canggih, namun sekaligus didukung oleh riset sejarah dan ilmu pengetahuan yang serius >,<




Maka, aku pun semakin yakin bahwa permainan bukanlah hal yg bisa diselesaikan dengan main2
Dan kita, slalu diberi ksempatan buat menoleh ke belakang, mriksa ap aja yg prnah kita lakukan dan putuskan. tp bukan buat kembali, sebab waktu gak bisa diulang dan hidup gak bisa ditegakkan dengan kata “seharusnya” apalagi “semestinya”. Apa yang telah terjadi barangkali memang harus terjadi dan tak pernah ada manusia yang sanggup lolos dari hisapan lubang hitam kesalahan.
Sepertinya kita memang perlu memandang hidup yang berupa permainan itu, dengan kacamata yang baru,
bahwa dalam hidup, bukan berarti kita bisa main-main menjalaninya.
Seperti bermain video game. Hidup di dunia, bermainlah dengan serius, dengan imajinasi, visi bermain, strategi, skill, dan ketekunan. Kemudian sisanya, berbahagialah !