berikut dibawah ini adalah sajak kutipan Bpk Taufik Ismail !
Aku membuat tulisan ini setelah melihat kalian di TV Ariel, Luna Maya, Cut Tari Umurku dibandingkan dengan kalian yaah kira-kira berbanding 2-3 kali lipat lebih tua Tapi, aku sedih luar biasa Pernahkah kalian menduga bahwa kerja kalian itu ketika sudah lewat HP diintip anak-anak belasan tahun usia Kemudian mereka ingin menirunya Kalau yang punya uang akan pergi ke PSK Yang tidak punya uang, menggauli teman sekelasnya Ya tentu saja setiap orang merayakannya Akhirnya apa yang dilakukannya?
Pagi-pagi di rumah tetangga, ada anak perempuan kecil main-main di halamannya Ketika itu Papi dan Mami pergi bekerja, pembantu ke pasar berbelanja Anak perempuan itu, 4-5 tahun umurnya, main-main dengan boneka, sangat asyik dilihatnya, sendirian di beranda Didatanginya anak kecil itu, dibujuknya, diumpan dengan mainan, dibawa masuk ke kamar Ketika membawa anak kecil perempuan itu masuk ke kamar, sambil mengingat apa yang kau lakukan bertiga, anak kecil itu lalu diperkosa Nah, sampai bulan yang lalu, bulan Juli yang lalu, sudah 30 anak kecil perempuan diperkosa Semua dilakukan pagi hari oleh tetangga
Bayangkan, bayangkan, perasaan Mami dan Papi anak-anak yang malang itu Bayangkan hancurnya perasaan mereka Angka 30 anak dalam beberapa minggu saja Itu orang tuanya yang berani melapor Tapi yang tidak berani melapor karena malu berapa puluh, berapa ratus, berapa ribu Hei, kalian bayangkan ini, pernahkah? Hei, hei, Ariel, Ariel, Cut Ariel, Luna Maya, pernahkah kalian pikirkan? pernahkah?
Kemudian, kemudian kalau mata kalian bisa melihat Ada serombongan syaiton, berpuluh-puluh Mereka terbahak-bahak tertawa karena kalian berdua sukses melakukan tugasnya syaiton-syaiton itu Kini, kulihat lagi kalian di layar kaca Minta maaf pada pemirsa layar kaca Kok minta maaf kepada kami? Apa urusan kalian dengan kami? Kenapa minta maaf? Aku tidak pernah mendengar Aku tidak pernah melihat kalian di layar kaca minta maaf kepada kedua orang tua kalian Kepada Mama kalian yang berdarah-darah melahirkan kalian Kepada Papa kalian yang capek mencari rezeki, membesarkan kalian
Ucapkan itu di layar kaca Ucapkan, ucapkan Minta maaf, mohon ampun, menangis yang seharusnya untuk orang tua kalian Yang pernah aku lihat kalian di layar kaca, apa yang kalian lakukan? cengengesan, cengar-cengir, senyum ke kiri ke kanan Tanpa rasa bersalah tak mengaku bersalah, mana perasaan kalian? Kemudian, kemudian Pernahkah kalian beri nasihat kepada hadirin-hadirin supaya jangan mencontoh melakukan aktivitas seperti aktivitas yang kalian pernah lakukan
Tapi, kesedihanku tertinggi adalah darimu tak pernah aku dengar memohon ampun kepada Allah Memohon ampun kepada Yang Maha Mengetahui Memohon ampun kepada yang tahu semua dusta, semua dusta, semua dusta Tak pernah aku lihat kalian di layar kaca memohon ampun kepada yang tahu semua dusta
~ Taufiq Ismail
Tidak ada komentar:
Posting Komentar