Pas bongkar bongkir file yg ada di komputer rumah, eh ada catetan di word waktu disuruh bikin tugas tanggapan setelah mnghadiri bincang malam
Dalam acara bincang malam yang ditayangkan di stasiun TVRI,
berikut ini adalah keseluruhan isi mengenai pokok yang dibicarakan, dengan tema
“seberapa pentingkah urusan DPR ke luar negeri” yang disampaikan oleh Wakil
Ketua Umum Partai Demokrat MAX SOPACUA, menurut dia, hal itu semestinya tidak dilakukan dan diganti
dengan evaluasi yang lebih mendalam terkait kepentingan kunjungan ke luar
negeri. Hal itu mengingat kepentingan kunjungan tidak hanya melulu studi
banding. Penetapan moratorium, menurut dia, hanya akan membuat citra DPR
semakin jelek.
Sebaiknya tidak perlu moratorium tapi cukup klarifikasi kepentingan kunjungan ke luar negeri, mengingat kunjungan luar negeri tidak hanya studi banding tapi juga badan kerja sama antar parlemen yang harus diikuti DPR. Pimpinan bisa klarifikasi semua kunjungan dengan tidak menggunakan moratorium. Itu seolah-olah persoalan krusial yang tidak bisa diatasi.
Setelah mendengarkan bincang
bincang para petinggi itu dengan pernyataan TOLOLnya, terlintas di benak saya,
kenapa DPR tidak wajib ikut serta dalam tanggap bencana. Kunjungan DPR ke Luar
Negeri menjadi begitu sangat penting dengan pernyataannya itu, dengan memakai
uang rakyat mereka mengadakan studi banding yang merangkap sebagai liburan bagi
urusan pribadinya. Menurut Max Sopacua, DPR butuh suntikan ilmu dari studi
banding ke luar negeri, pantas saja tak heran jika ditengah urusan itu diam
diam menikmati perjalanan studi bandingnya.
Hadehhh,,,,, Pak Max Sopacua dan
kawan – kawan DPR yang tidak saya hormati, anda semua bisa duduk manis di
senayan itu karena siapa????? Kalau tidak ada suara rakyat yang memilih anda,
tidak mungkin anda bisa menikmati kemewahan sebagai anggota dewan. Kenapa
ketika rakyat anda diterjang kesedihan akibat bencana, anda diam saja?? Berhaha
hihi tanpa rasa bersalah. Saya menghujat para wakil rakyat yang dengan teganya
di tengah bencana yang begitu banyak menimpa rakyat Indonesia mereka malah
studi banding ke luar negeri.
Saya menghujat pemimpin Negara ini yang menangis dan pura pura dekat
dengan rakyatnya. Toh,, dia dating ke wilayah bencana hanya syarat ceremonial
bukan????
Bantuan ke korban masih kacau
sehingga banyak yang menggigil kelaparan ditengah urai airmata. Apa masih
terlalu penting urusan studi banding itu???
Wahai para petinggi yang tidak
saya hormati, sebaiknya benahilah terlebih dahulu urusan rakyat yang masih
harus dibenahi. Negara – Negara di dunia akan memaklumi ketika anda anda
sekalian tidak hadir dalam konferensi tersebut.
Untuk Presiden RI, cobalah contoh
Presiden Chile yang berjuang menyelamatkan 33 warga negaranya. Bagaimana semua
mata dunia berdecak kagum akan kegigihan SEBASTIAN PINERA. Itulah citra yang
sesungguhnya, yang tidak perlu dipoles untuk mendapatkannya.
Pak Presiden RI, tinggal 3 tahun
anda memimpin negeri ini. 3 tahun adalah waktu yang singkat,, 3 tahun Pak
Presiden,,, segeralah bergegas mensejahterakan rakyat ini, sesuai janji
kampanyemu. Segeralah mengutamakan janji kepada 60 persen lebih rakyat
Indonesia yang dengan sadar telah memilih anda.
Saya rasa cukup sekian kesimpulan
mengenai bincang malam yang saya ikuti bersama teman teman satu kampus.
Terimakasih ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar